Seminar Kewirausahaan Pendidikan: “Edupreneur Muda” Mendorong Mahasiswa Tadris Kimia Menjadi Pengusaha Berbasis Pengetahuan

by | Dec 10, 2025 | Berita, Tadris Kimia

Sumber Foto : HMPS Tadris Kimia

Batusangkar, 10 Desember 2025_ Mahasiswa Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, baru-baru ini mengikuti kegiatan seminar bertema “Edupreneur Muda: Membangun Bisnis Berbasis Pengetahuan dan Nilai Pendidikan”. Seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan kimia, dan memberikan wawasan tentang peluang bisnis berbasis ilmu pengetahuan serta nilai-nilai pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2025, bertempat di Gedung K Lantai 2, ruang 8 UIN Mahmud Yunus Batusangkar, dan diikuti oleh 34 mahasiswa dari semester 1 hingga semester 5. Dalam acara ini, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai konsep edupreneurship atau kewirausahaan berbasis pendidikan, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang mereka pelajari di bangku kuliah.

Mimi Herman, M.Pd., Ketua Program Studi Tadris Kimia, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang kerja. “Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat bagaimana ilmu kimia dapat diintegrasikan dalam dunia bisnis dan membuka peluang usaha yang relevan dengan perkembangan zaman,” ungkap Mimi.

Seminar ini menghadirkan Andrea Asri, S.Pd, sebagai narasumber utama yang membahas berbagai topik seputar edupreneurship. Beberapa materi yang disampaikan antara lain: bagaimana mengembangkan ide bisnis berbasis pengetahuan, strategi pemasaran dalam dunia pendidikan, serta bagaimana memulai usaha dengan modal minim melalui produk atau layanan berbasis ilmu pengetahuan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber, mendapatkan inspirasi dan motivasi, serta memahami langkah konkret dalam membangun usaha yang berakar pada nilai pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Kegiatan seminar ini berhasil mencapai sejumlah hasil positif. Mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang kewirausahaan pendidikan dan manfaatnya, serta memperoleh wawasan mengenai bagaimana mengubah pengetahuan kimia menjadi peluang usaha yang produktif. Selain itu, mahasiswa juga lebih termotivasi untuk mengeksplorasi ide bisnis yang memiliki nilai edukatif dan relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Partisipasi aktif mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, keaktifan dalam diskusi, dan keberanian untuk berbagi pendapat selama sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap topik kewirausahaan yang berbasis pada nilai-nilai pendidikan.

Sumber Foto : HMPS Tadris Kimia

Kegiatan seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan soft skills penting bagi mahasiswa, seperti kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan. Mahasiswa belajar untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan merancang konsep usaha yang kreatif serta bermanfaat bagi masyarakat. “Seminar ini memberikan kami pemahaman yang lebih dalam tentang dunia kewirausahaan, khususnya yang berbasis pendidikan. Kami jadi lebih percaya diri untuk mengeksplorasi ide bisnis kami sendiri di masa depan,” ujar salah satu peserta seminar, Dwi Putri, mahasiswa Tadris Kimia.

Kegiatan ini memberikan manfaat yang tidak hanya besar bagi mahasiswa, tetapi juga bagi Program Studi Tadris Kimia dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Bagi mahasiswa, seminar ini meningkatkan pemahaman tentang kewirausahaan dan membuka peluang bagi mereka untuk memulai usaha berbasis pengetahuan. Bagi program studi, kegiatan ini mendukung kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mengutamakan pengembangan kompetensi praktis dan adaptif mahasiswa terhadap dunia usaha.