SINERGI PROGRAM STUDI PIAUD DAN PGMI DALAM LITERASI BUDAYA MENJADI FONDASI PENDIDIKAN DASAR YANG BERKARAKTER

by | Jun 23, 2025 | Berita

Batusangkar, Senin/23 Juni 2025 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) kolaborasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) melaksanakan kegiatan visiting professor di ruang teater lantai empat gedung kuliah terpadu dengan tema Implementasi Literasi Budaya dalam Pendidikan Dasar. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan III M. Yusuf Salim, SAg, M.Pd, Ketua Prodi PIAUD Dr. Jhoni Warmansyah, M.Pd dan Ketua Prodi PGMI Sunarti, M.Pd, dan Dosen di lingkungan PGMI dan PIAUD serta mahasiswa. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh wakil Dekan III M. Yusuf Salim, SAg, M.Pd, dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi terhadap tema yang diangkatkan sesuai dengan visi kampus UIN Batusangkar Integratif, Interkonektif, Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau dengan harapan mahasiswa dapat untuk memahami menginterpretasikan, nilai-nilai norma, tradisi, sejarah dan nilai-nilai budaya individu dan masyarakat (moderasi agama)  

Kegiatan visiting professor ini disampaikan oleh narasumber Prof. Dr. Elinda Yetti, M.Pd guru besar Universitas Negeri Jakarta. Dalam hal ini menyampaikan literasi budaya adalah bagaimana memahami, menghargai, melestarikan nilai-nilai, pengetahuan, dan praktik budaya, baik budaya lokal maupun budaya nasional, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai aspek budaya. Selain itu, literasi budaya juga bertujuan untuk membentuk karakter individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif terhadap masyarakat. Oleh karena itu perlu ditekankan literasi budaya mulai pada pendidikan dasar (PIAUD dan PGMI). Oleh sebab itu anak  tidak hanya dituntut untuk kemampuan pengetahuan saja (kognitif) tetapi juga dituntut untuk penanaman nilai-nilai pendidikan karakter (afektif) seperti disampaikan dalam petitih adat Minangkabau “tagak rumah karano sendi, sandi rusak rumah binasa, tagak bangsa karano budi, budi rusak bangsa binaso” Budi merupakan sandi utama, rusak budi bangsa akan hancur dan binasa.

Di akhir kata visiting professor ini narasumber menghimbau mahasiswa untuk kembali memahami literasi budaya: penanaman kembali nilai-nilai karakter, moral, etika interaksi yang saat ini sangat memprihatinkan para generasi muda yang masih jauh dari harapkan. Pemahaman ini dapat dipahami melalui etika berbicara melalui kato nan ampek dan menghindari perilaku sumbang nan duo baleh sebagai identitas budaya serta tetap memperhatikan nilai-nilai falsafah adat Minangkabau “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah”  dalam kehidupan sehari-hari.