
Batusangkar, 13 Juni 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (HMPS MPI) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyelenggarakan Seminar Internasional dengan mengusung tema “Islamic Education 5.0: Transformasi Manajemen Berbasis Teknologi, Humanisme, dan Spiritual Intelligence”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, bertempat di Aula Kampus 1 UIN Mahmud Yunus Batusangkar, mulai pukul 07.30 hingga 12.30 WIB.
Seminar internasional ini merupakan bagian dari upaya HMPS MPI dalam memperluas ruang dialog akademik mahasiswa mengenai perkembangan manajemen pendidikan Islam dalam menghadapi transformasi sosial dan teknologi. Pemilihan tema Islamic Education 5.0 menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan pengelolaan pendidikan yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga tetap berorientasi pada dimensi humanisme dan penguatan kecerdasan spiritual.
Konsep tersebut menjadi semakin relevan dalam konteks pendidikan pada era Society 5.0, ketika teknologi tidak hanya diposisikan sebagai instrumen pendukung pembelajaran dan administrasi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan lembaga pendidikan. Dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam, transformasi tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka yang seimbang antara efektivitas pemanfaatan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan nilai-nilai spiritual dan etika.
Kegiatan seminar menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri sebagai upaya memperkaya perspektif akademik peserta. Pemateri pertama adalah Dr. Muhammad Rezi, M.A., Dosen UIN Bukittinggi, yang menyampaikan materi secara langsung (offline) di Aula Kampus 1. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemateri kedua, Mr. Ronald Rwakigumba, M.BA Universita di Bologna, Dual Phd Candidate Coventry University, Inggris, Britania Raya, yang menyampaikan materi secara daring melalui platform Zoom.
Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Ali Umar, M.Pd., Ketua Umum HMPS MPI Arya Pratama, Ketua Umum DEMA FTIK diwakili oleh Ayunda Wilia Rahmawati dari Departemen Sosmas, Ketua Umum SEMA FTIK yang diwakili oleh Ayunda Fakhry Yatun Nisa selaku Sekretaris Umum, serta para Ketua Umum Organisasi Mahasiswa selingkup Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Mahasiswa, dan Mars MPI. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Ilfaturrahman dan pembacaan doa oleh Saudara Riyan. Selanjutnya, Ketua Panitia SEMINAR Irfan Nofendra, menyampaikan laporan dan sambutan kegiatan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum HMPS MPI Arya Pratama, kemudian Ketua Umum DEMA FTIK oleh Ayunda Wilia Rahmawati. Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi oleh Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Ali Umar, M.Pd.
Dalam sambutannya, pembukaan kegiatan menjadi momentum penting bagi mahasiswa MPI untuk memperoleh perspektif akademik yang lebih luas mengenai dinamika pengelolaan pendidikan Islam. Kehadiran narasumber dari dalam dan luar negeri juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami isu-isu pendidikan Islam dari perspektif yang lebih beragam dan kontekstual.
Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi utama berupa penyampaian materi dan diskusi akademik. Penyampaian materi oleh kedua narasumber berlangsung secara interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan transformasi manajemen pendidikan, pemanfaatan teknologi, penguatan aspek kemanusiaan, serta pentingnya kecerdasan spiritual dalam pengelolaan pendidikan Islam.

Interaksi antara narasumber dan peserta menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Diskusi tidak hanya diarahkan pada pemahaman konseptual mengenai Islamic Education 5.0, tetapi juga pada bagaimana gagasan tersebut dapat dikontekstualisasikan dalam praktik pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami perubahan teknologi sebagai sebuah perkembangan instrumental, tetapi juga mampu melihat implikasinya terhadap kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, budaya organisasi, pengambilan keputusan, serta pengembangan mutu lembaga pendidikan.
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, panitia juga menyediakan grand prize dan doorprize bagi peserta yang aktif dalam diskusi maupun mampu memberikan kesimpulan terhadap materi yang disampaikan. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana seminar yang partisipatif sekaligus mendorong peserta untuk melakukan refleksi terhadap substansi materi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada pemateri pertama dan sesi foto bersama Ketua Umum HMPS MPI.

Seminar Internasional HMPS MPI tahun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan literasi akademik, wawasan global, dan kompetensi manajerial mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam. Melalui forum ilmiah semacam ini, mahasiswa diharapkan mampu merespons perkembangan teknologi secara kritis dan konstruktif, sekaligus mempertahankan orientasi pendidikan Islam yang menempatkan manusia, nilai, etika, dan spiritualitas sebagai bagian integral dari proses pengelolaan pendidikan.
Dengan demikian, seminar internasional HMPS MPI tahun 2026 menjadi salah satu ruang akademik bagi mahasiswa untuk mendiskusikan arah transformasi Manajemen Pendidikan Islam menuju pengelolaan pendidikan yang adaptif terhadap teknologi, berorientasi pada kemanusiaan, serta berlandaskan kecerdasan spiritual.
By Ferdino sanjaya
