
Dokumentasi: Prodi Tadris Fisika FTIK
Batusangkar, 14 Agustus 2026 — Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Program Studi Tadris/Pendidikan Fisika UIN Mahmud Yunus Batusangkar sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Pendidikan Fisika pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari dosen, mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan UAD, serta guru-guru fisika dari Sumatera Barat.
Webinar nasional ini mengangkat isu-isu aktual dalam pembelajaran fisika, khususnya pemanfaatan teknologi dan pendekatan komputasional dalam pembelajaran. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Frans Rizal Agustiyanto, M.Si., Dosen Program Studi Pendidikan Fisika UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta Eko Nursulistiyo, M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Frans Rizal Agustiyanto, M.Si. membawakan materi “Integrasi Computational Thinking dalam Visualisasi Hukum Fisika Menggunakan Scratch”, sedangkan Eko Nursulistiyo, M.Pd. menyampaikan materi “Fun Physics Coding: Membangun Simulasi Fisika Berbasis Scratch.”
Kedua materi tersebut memberikan perspektif sekaligus pengalaman praktis kepada peserta mengenai bagaimana konsep pemrograman dan computational thinking dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran fisika. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang semakin menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, pemecahan masalah, literasi digital, serta kemampuan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Kegiatan webinar dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd. menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan kolaboratif antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Universitas Ahmad Dahlan. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk terus dikembangkan karena tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat jejaring akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran fisika. Beliau juga berharap kegiatan kolaborasi serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan dikembangkan dengan melibatkan guru serta peserta didik secara lebih luas. “Kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti pada dosen dan mahasiswa saja, tetapi ke depan juga dapat melibatkan guru-guru dan peserta didik. Dengan demikian, inovasi pembelajaran fisika dapat lebih dekat dengan sekolah dan mampu menumbuhkan ketertarikan peserta didik untuk belajar fisika,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dokumentasi: Prodi Tadris Fisika FTIK
Webinar nasional ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan sivitas akademika dari kedua perguruan tinggi. Dari Universitas Ahmad Dahlan hadir Kaprodi S1 Pendidikan Fisika UAD, Eko Nursulistiyo, M.Pd., serta Kaprodi S2 Pendidikan Fisika UAD, Dr. Moh. Toifur, M.Si. Sementara dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar turut hadir Kaprodi Tadris Fisika, Artha Nesa Chandra, M.Pd., bersama dosen dan mahasiswa Program Studi Tadris Fisika. Kehadiran pimpinan program studi dari kedua institusi menunjukkan komitmen bersama dalam membangun komunikasi dan kolaborasi akademik yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan pendidikan fisika.
Kegiatan webinar nasional ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Universitas Ahmad Dahlan yang telah terjalin selama beberapa tahun. Kerja sama tersebut terus diarahkan pada berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa. Kolaborasi dengan perguruan tinggi lain merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik dan memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada mahasiswa. Kolaborasi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal perkembangan terbaru dalam pendidikan fisika serta berinteraksi dengan akademisi dari perguruan tinggi lain.
Pemilihan tema computational thinking dan physics coding dalam webinar ini dinilai sangat relevan dengan tantangan pembelajaran fisika saat ini. Fisika tidak hanya perlu dipahami sebagai kumpulan konsep dan persamaan matematis, tetapi juga perlu disajikan melalui pendekatan yang kreatif, interaktif, dan dekat dengan perkembangan teknologi.
Pemanfaatan Scratch sebagai salah satu platform pemrograman visual memberikan peluang bagi guru dan mahasiswa calon guru untuk mengembangkan simulasi serta visualisasi konsep fisika secara lebih menarik. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi pembelajaran fisika yang lebih aktif dan menyenangkan.
Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa isu inovasi pembelajaran berbasis teknologi memiliki daya tarik yang tinggi bagi kalangan akademisi maupun praktisi pendidikan.
Terselenggaranya webinar nasional ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan kolaboratif antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Universitas Ahmad Dahlan. Bagi Program Studi Tadris Fisika UIN Mahmud Yunus Batusangkar, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen, serta menghadirkan inovasi pembelajaran fisika yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Ke depan, kolaborasi tidak hanya diharapkan berlangsung dalam bentuk webinar, tetapi juga dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, pengembangan media pembelajaran, pertukaran akademik, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kompetisi mahasiswa, serta kegiatan yang melibatkan guru dan peserta didik di sekolah. Dengan semangat kolaborasi tersebut, UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Universitas Ahmad Dahlan terus berkomitmen untuk bersama-sama berkontribusi dalam memajukan pendidikan fisika Indonesia melalui inovasi, teknologi, dan penguatan jejaring akademik.
Kolaborasi hari ini, inovasi pendidikan untuk masa depan
