
Sumber: Dokumentasi Kominfo PBA
Batusangkar, 03 Desember 2025 Di tengah derasnya arus tantangan organisasi mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Mahmud Yunus Batusangkar mengambil langkah tegas dan strategis dengan menggelar Pelatihan Teknik Persidangan (PBA 2025). Mengusung tema, “Meneguhkan Jiwa Kepemimpinan dan Etika Persidangan dalam Regenerasi Organisasi,” acara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah mandat moral untuk mencetak pemimpin yang berintegritas.
Acara yang berlangsung pada hari Rabu, 03 Desember 2025, secara lugas menegaskan bahwa masa depan organisasi tidak bisa diserahkan pada improvisasi semata. Teknik persidangan yang kokoh adalah fondasi utama dalam pengambilan keputusan yang adil dan transparan. Dalam konteks organisasi mahasiswa, penguasaan teknik ini adalah benteng terakhir melawan anarki musyawarah dan memastikan setiap aspirasi terakomodasi secara humanis dan bermartabat.
Puncak acara ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Devy Aisyah, M.Ag. Dalam pidatonya yang lugas ia menyoroti aspek teknis persidangan hendaknya berlandasan etika sebagai ruh utama kepemimpinan.
“Kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa keras suara Anda di forum, melainkan dari seberapa besar penghormatan Anda terhadap mekanisme dan etika yang disepakati. Etika persidangan adalah cerminan kedewasaan organisasi. Kita harus memastikan bahwa regenerasi yang kita lahirkan adalah generasi yang mampu memimpin dengan hati dan berargumen dengan data,” ujar Dr. Devy Aisyah, M.Ag.
Pernyataan ini menjadi argumentasi sentral bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengintegrasikan kecakapan teknis (prosedur sidang) dengan kecakapan moral (etika berorganisasi).
