PKM Dosen Prodi PAI UIN MY Batusangkar: Dorong Pengemudi Ojek Jadi Teladan Melalui Penguatan Spiritual

by | Oct 23, 2025 | Berita, Pendidikan Agama Islam

Sumber: Dokumentasi PKM Dosen Prodi PAI

Batusangkar, 23 Oktober 2025 — Upaya meningkatkan kualitas spiritual dan moral masyarakat kembali dilakukan melalui program Penguatan Aspek Religiusitas yang menyasar komunitas pengemudi ojek di Batusangkar. Kegiatan ini digagas sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pemberdayaan keagamaan bagi kelompok pekerja lapangan yang memiliki mobilitas tinggi. Program ini dilaksanakan oleh sejumlah akademisi Prodi PAI UIN Mahmud Yunus Batusangkar bekerjasama dinas Perhubungan, dan Kapolres Tanah Datar, dan tokoh masyarakat yang melihat pentingnya menanamkan nilai-nilai religius di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Para pengemudi ojek yang sehari-hari berinteraksi dengan masyarakat luas dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih tertib dan berakhlak.

Sumber: Dokumentasi PKM Dosen Prodi PAI

Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Demina , M. Pd ( Ketua), dosen prodi PAI Dr. Ridwal Trisoni, M. Pd ( Anggota), Dr. Abhanda Amra, M. Ag (Anggota), Dr. David, M. Pd ( Anggota), dan beberapa mahasiswa Putri Cahyati, Muhammad Ziqra Rahsa, dan Mulya Darma Illahi. PKM ini dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2025, dan dilanjutkan pada tanggal 07 – 08 November 2025 di beberapa tempat Komunitas Pengemudi Ojek di Batusangkar yang  sejumlah 50 orang.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pembinaan mengenai nilai-nilai keislaman, mulai dari pentingnya menjaga akhlak dalam bekerja, etika pelayanan terhadap penumpang, hingga penguatan ibadah sehari-hari. Selain ceramah, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab agar para pengemudi dapat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama bekerja. Salah satu pembicara menegaskan bahwa penguatan religiusitas bukan hanya menyangkut ibadah formal, tetapi juga mencakup perilaku sehari-hari. “Pengemudi ojek adalah agen sosial yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Jika mereka memperlihatkan sikap yang santun, jujur, dan amanah, maka itu menjadi dakwah yang sangat nyata,” ujarnya.

Sumber: Dokumentasi PKM Dosen Prodi PAI

Para pengemudi ojek mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka yang merasa terbantu karena mendapatkan motivasi untuk bekerja dengan lebih baik dan lebih mendekatkan diri kepada nilai-nilai spiritual. “Kami bekerja dari pagi sampai malam, kadang melupakan waktu ibadah. Dengan kegiatan ini, kami diingatkan kembali betapa pentingnya menjaga hati dan akhlak saat mencari rezeki,” kata salah seorang peserta.

Program penguatan religiusitas ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat di Batusangkar. Penyelenggara menegaskan bahwa pembinaan moral dan spiritual sangat penting dilakukan agar tercipta lingkungan sosial yang lebih harmonis, aman, dan penuh nilai kebaikan.

Dengan adanya kegiatan ini, para pengemudi ojek di Batusangkar diharapkan tidak hanya menjadi penyedia layanan transportasi, tetapi juga turut menyebarkan keteladanan melalui akhlak dan nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.