Wujud Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar Melalui GEMPITA 2025

by | Oct 15, 2025 | Berita, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Sumber: Dokumentasi Tim Kreatif FTIK

Batusangkar, 15 Oktober 2025 — Auditorium Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar hari ini menjadi saksi kemeriahan Gebyar Mahasiswa PGMI Tahunan (GEMPITA) 2025, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI). Acara ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perwujudan semangat intelektual, religius, dan kreatif mahasiswa calon guru madrasah masa depan. Ikut serta dalam kegiatan ini Pimpinan FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Kemenag Kabupaten Tanah Datar, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar, Dosen,  Mahasiswa, dan para tamu undangan.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III FTIK, Dr. Yusuf Salam, S.Ag., M.Pd., yang menyampaikan bahwa GEMPITA bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi simbol dari semangat kolaborasi dan kompetisi sehat. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memimpin, berkreasi, dan berkompetisi secara elegan. Inilah wujud nyata pendidikan yang memerdekakan,” ucapnya dalam sambutan pembukaan.

Ketua Program Studi PGMI, Sunarti, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun kompetensi abad ke-21 bagi calon guru madrasah. “PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar berkomitmen mencetak guru madrasah yang kreatif, komunikatif, dan berjiwa islami. Kegiatan seperti GEMPITA adalah wadah pengembangan diri yang membentuk karakter unggul calon pendidik bangsa,” ujarnya. Ia menutup sambutan dengan pesan inspiratif: “Menjadi guru madrasah adalah panggilan hati untuk mencerdaskan sekaligus menebar nilai ilahiah.”

Sementara itu, Bahrul Fahmi, S.AP., perwakilan dari Kementerian Agama Tanah Datar, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PGMI dalam melahirkan kegiatan yang bernilai akademik dan sosial. Ia menekankan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah sangat dibutuhkan untuk melahirkan generasi pendidik yang profesional dan berakhlak mulia. “Guru madrasah bukan sekadar pengajar, tapi pembentuk peradaban,” tegasnya.

Kegiatan juga turut dihadiri oleh Efri Dedy, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar, yang dalam sambutannya menilai PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai program studi yang aktif dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan. “Kami melihat PGMI UIN MY Batusangkar mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi pembelajaran yang kontekstual dan berbasis teknologi,” ujarnya. Ia menutup dengan kalimat motivatif: “Pendidikan dasar adalah pondasi bangsa, dan PGMI telah menjadi penjaga utamanya.”

Rangkaian lomba yang diadakan meliputi Lomba Baca Puisi tingkat SD se-Sumatera Barat, Lomba MSQ SMA tingkat regional, Lomba Proyek Sains tingkat SD/MI, serta dua lomba nasional: Tari Kreasi dan Media Pembelajaran. Seluruh kegiatan berlangsung secara hybrid, dengan beberapa kompetisi dilakukan secara daring untuk menjangkau peserta dari seluruh Indonesia. Keberagaman lomba ini menjadi bukti bahwa PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar membuka ruang luas bagi kolaborasi lintas daerah dan jenjang pendidikan.

GEMPITA 2025 bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga ajang pembentukan karakter, peningkatan kepekaan sosial, dan penguatan identitas akademik mahasiswa PGMI. Melalui kegiatan ini, PGMI menegaskan komitmennya sebagai program studi yang unggul dalam membentuk guru madrasah profesional berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan semangat “Dari Ide Menjadi Karya Bermakna,” GEMPITA 2025 menjadi bukti bahwa PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar tidak hanya mencetak guru, tetapi juga melahirkan pendidik pembaru bagi masa depan bangsa.