
Sumber: Dokumentasi Tim Kreatif FTIK
Batusangkar – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar sukses menggelar Festival PAI 2025 dengan tema “Building A Quranic Generation: Knowledge, Character, and Competitiveness Through Islamic Education Festivals in Era 5.0”. Acara bergengsi ini berlangsung selama delapan hari 17–24 September 2025, dilaksanakan secara luring di Kampus I UIN Mahmud Yunus Batusangkar serta daring melalui platform digital, sehingga mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah bahkan lintas negara.
Festival ini dirancang untuk menghadirkan suasana kompetitif sekaligus edukatif. Lomba Tilawah Al-Qur’an Online Tingkat Internasional menjadi sorotan utama dengan kehadiran peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Mesir. Selain itu, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) tingkat SMA/MA se-Sumatera Barat digelar untuk memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan Prodi PAI kepada generasi muda. Dari sisi olahraga, pertandingan Futsal PAI se-Sumatera Barat turut menumbuhkan semangat sportivitas dan ukhuwah antar mahasiswa lintas kampus. Festival ini juga menghadirkan Pemilihan Duta PAI 2025, sebuah ajang pencarian mahasiswa berprestasi yang siap menjadi wajah inspiratif PAI. Tidak kalah menarik, Bazar Akbar menjadi ruang bagi mahasiswa PAI menampilkan produk, karya kreatif, dan inovasi kewirausahaan yang membuktikan bahwa mahasiswa PAI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga visioner dalam bidang bisnis dan pengembangan diri.
Ketua Panitia, Farhan Ariesto Hefroni, menegaskan bahwa Festival PAI 2025 merupakan program perdana yang diinisiasi HMPS PAI tahun ini dan akan terus berlanjut pada periode mendatang. “Kami ingin festival ini menjadi ruang pembuktian bahwa mahasiswa PAI siap bersaing di kancah internasional, sekaligus menjadi agen perubahan dengan semangat Qur’ani,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua HMPS PAI Zetri Setiawan menyampaikan bahwa Festival PAI adalah momentum penting untuk meneguhkan identitas mahasiswa PAI sebagai generasi unggul. “Festival ini membuktikan bahwa Prodi PAI bukan hanya fokus pada penguasaan ilmu keagamaan, tetapi juga menyiapkan mahasiswa yang berkarakter, kreatif, kompetitif, dan relevan dengan tantangan era 5.0,” jelasnya.
Melalui Festival PAI 2025, Prodi Pendidikan Agama Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu prodi yang visioner dan adaptif. Dengan memadukan nilai Qur’ani, penguatan karakter, serta keterampilan abad 21, Prodi PAI menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga siap menjadi pemimpin, pendakwah, dan penggerak perubahan di tengah masyarakat global.
Acara puncak Festival PAI ditutup pada 24 September 2025 dengan pengumuman pemenang seluruh cabang lomba serta pembagian hadiah. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan ukhuwah, Festival PAI 2025 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PAI siap berkontribusi melahirkan generasi Qur’ani yang berdaya saing global, sekaligus memperkuat branding Prodi PAI sebagai program studi unggulan di UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
