
Sumber Foto : Mimi Herman, M.Pd.
Batusangkar, 01 September 2025 – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar dalam meningkatkan mutu pendidikan kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tim dosen Program Studi Tadris Kimia Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) melaksanakan program “Pemberdayaan MGMP Kimia Kabupaten Tanah Datar Berbasis Participatory Action Research (PAR) untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Mengembangkan Pembelajaran Kimia Berbasis Socioscientific Issues (SSI)” yang berlangsung dari September hingga November 2025. Kegiatan ini diketuai oleh Mimi Herman, M.Pd, bersama anggota Dwivelia Aftika Sari, M.Pd, serta melibatkan mahasiswa Ajis Kurinawan dan Anisa. Program tersebut menyasar guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kabupaten Tanah Datar sebagai mitra strategis dalam penguatan pembelajaran kimia yang kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan peserta didik.
Mimi Herman, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran kimia yang berfokus pada hafalan konsep, sementara integrasi isu sosial dan lingkungan belum optimal. “Melalui pendekatan Socioscientific Issues (SSI), guru didorong mengaitkan konsep kimia dengan permasalahan nyata di sekitar siswa, seperti isu lingkungan, limbah rumah tangga, pertanian berbasis kimia, hingga potensi lokal Tanah Datar,” ujarnya. Pendekatan ini diyakini mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa sekaligus menjadikan pembelajaran lebih bermakna, karena materi kimia tidak lagi dipahami secara abstrak, melainkan hadir dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan PkM mengadopsi metode Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan guru sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Mulai dari identifikasi kebutuhan, pemetaan isu-isu lokal yang relevan, perumusan strategi pembelajaran, hingga refleksi dan evaluasi dilakukan secara kolaboratif. Rangkaian kegiatan dikemas dalam bentuk lokakarya, diskusi kelompok terfokus, pendampingan penyusunan modul ajar, serta implementasi terbatas di kelas. Melalui proses ini, guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam merancang solusi pembelajaran yang sesuai dengan konteks sekolah masing-masing.

Sumber Foto : Mimi Herman, M.Pd.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berbasis SSI serta keterampilan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Guru MGMP Kimia berhasil menyusun berbagai produk, seperti modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen asesmen berbasis isu sosial. Produk-produk tersebut dinilai berada pada kategori baik dari aspek koherensi konsep, relevansi isu, serta kesesuaian dengan Kurikulum Merdeka. Hal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru mampu menghasilkan inovasi pembelajaran yang aplikatif.
Selain meningkatkan kompetensi pedagogik guru, kegiatan ini juga memperkuat peran MGMP sebagai Professional Learning Community. Forum MGMP tidak lagi sebatas wadah administratif, tetapi berkembang menjadi ruang belajar bersama yang aktif, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran kimia. Tim pengabdi merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan fokus pada implementasi pembelajaran berbasis SSI secara lebih luas di kelas serta pengembangan asesmen kemampuan berpikir kritis siswa. Selanjutnya, model pendampingan berbasis PAR ini diharapkan dapat direplikasi pada MGMP lain maupun mata pelajaran sains lainnya. Melalui program ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
