Batusangkar, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Visiting Doctor di Gedung K Lantai IV Kampus I UIN Mahmud Yunus Batusangkar pada 22 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Dr. Irman, S.Ag, M.Pd., Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Dr. Dasril M.Pd., Ketua Program Studi Pascasarjana Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Dr. Silvianetri., M.Pd Kons., Dosen Bimbingan Konseling, Guru Bimbingan Konseling Se-Kabupaten Tanah Datar, dan Mahasiswa Pascasarjana Bimbingan Konseling Pendidikan Islam.
Dalam sambutannya Wakil Rektor III Dr. Irman, S.Ag, M.Pd., menyampaikan kegiatan ini bertujuan membangun silaturahmi, meningkatkan kedekatan emosional, dan memperlancar komunikasi antar individu. Kegiatan FGD ini merupakan momentum bertukar pikiran, berbagi wawasan, menemukan solusi bersama atas berbagai isu. Melalui diskusi ini kita dapat menghasilkan gagasan konstruktif yang bermanfaat bagi institusi dan masyarakat.
Pengantar kegiatan disampaikan oleh Prof. Dr. M. Ramli, M.A Guru Besar Universitas Negeri Malang dengan tema “Model – Solution Focused Online Counseling Bermuatan Kearifan Lokal Berbasis Self-Help Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Siswa SLTA” Materi ini dilanjutkan dengan Identifikasi Kondisi dan Analisis Kebutuhan oleh Nur Mega Aris Saputra S.Pd, M.Pd.,
Kegiatan dilanjutkan dengan Visiting Doktor oleh Prof. Dr. M. Ramli, M.A., dengan tema “Konseling Ringkas Berfokus Solusi Kajian: Riset dan Penerapan di Sekolah”, memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi para guru Bimbingan dan Konseling dalam mengimplementasikan pendekatan konseling yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kekuatan siswa. Melalui paparan riset dan praktik langsung dari narasumber peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar Konseling Ringkas Berfokus Solusi (KRBS) serta strategi penerapannya yang relevan dengan kondisi sekolah saat ini. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan konseling di sekolah, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan model intervensi baru yang berbasis riset dan kearifan lokal. FGD berlangsung dengan penuh antusiasme peserta aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat serta keseriusan dan fokus mendengarkan materi yang disampaikan. FGD Konsep self-help memungkinkan siswa belajar mandiri dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosinya. Model ini merupakan pendekatan layanan konseling secara online yang berorientasi pada pencarian solusi, dipadukan dengan nilai-nilai kearifan lokal, serta mendorong kemandirian siswa melalui teknik self-help. Tujuan utamanya adalah membantu siswa SLTA dalam meningkatkan kecerdasan emosi, menyelesaikan masalah secara positif, dan membangun karakter berdasarkan budaya lokal.
