
Sumber: Dokumentasi WEB FTIK
Batusangkar, 13 Juni 2025 Di tengah dinamika global yang menuntut penguasaan bahasa asing sebagai kompetensi kunci, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar mengambil peran strategis dengan menjadi tuan rumah Silaturahmi Mahasiswa Bahasa Arab (SIMBA) ke-12 se-Sumatera. Acara yang diselenggarakan pada 13-15 Juni 2025 ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah manifes untuk meneguhkan kembali posisi bahasa Arab sebagai bahasa ilmu pengetahuan, diplomasi, dan peradaban.
Dengan mengusung tema “Bersama Jalin Persaudaraan dan Tingkatkan Kemampuan Intelektual Berbahasa Arab”, SIMBA XII menjadi platform bagi ratusan mahasiswa dari 32 perguruan tinggi di Sumatera untuk berdialog, beradu gagasan, dan mengukur capaian akademik. Acara ini dirancang untuk melampaui selebrasi seremonial, dengan fokus pada penguatan ekosistem akademik yang inovatif dan relevan dengan tantangan zaman.
Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., dalam pernyataannya menekankan bahwa penunjukan UIN Batusangkar sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. “SIMBA adalah forum silaturahmi intelektual. Ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana kita membangun jejaring keilmuan yang solid di antara generasi muda penutur bahasa Arab di Sumatera,” tegasnya. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan visi UIN Mahmud Yunus untuk menjadi pusat keunggulan akademik yang mengintegrasikan sains Islam dengan kearifan lokal Minangkabau.
Kompetisi komprehensif pengasah talenta ini menyajikan beberapa cabang lomba akan dipertandingkan, mencakup spektrum kemampuan yang luas, mulai dari kefasihan lisan hingga kedalaman analisis teks. Cabang lomba tersebut antara lain: Pidato Bahara Arab (Khitabah ‘Arabiyah), Debat Bahasa Arab (Munazharah ‘Arabiyah), Menyanyi Arab (*Ghina’ ‘Arabiy*), Puisi Arab (*Syi’r ‘Arabiy*), Mengarang (*Insyā’ ‘Arabiy*), Kaligrafi Arab (*Khath ‘Arabiy*), Membaca Kitab Klasik (Qirā’ah al-Kutub), Membaca Berita (Qirā’ah al-Akhbār), Mendongeng (Taqdīm al-Qishshah), dan Komentator (Mu’alaq).
Dr. H. M. Yusuf Salam, M.A., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, menyatakan bahwa setiap cabang lomba dirancang untuk menguji tidak hanya penguasaan bahasa, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan adaptasi. “Kami ingin melahirkan lulusan bahasa Arab yang tidak hanya fasih, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya di berbagai sektor profesional, dari media hingga pendidikan,” ujarnya.
Saat Bahasa Arab menjadi salah satu bahasa resmi PBB dan memegang peran penting dalam ekonomi, politik, serta diplomasi global, urgensi penguasaannya semakin nyata, maka event ini lebih dari sekadar lomba, bahasa Aarab menjadi investasi masa depan. Dan SIMBA XII diharapkan menjadi katalisator yang mendorong mahasiswa untuk melihat bahasa Arab bukan hanya sebagai disiplin ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai aset strategis yang membuka peluang karir internasional.
Dengan persiapan yang matang dan pelibatan juri-juri ahli dari berbagai universitas ternama, UIN Mahmud Yunus Batusangkar berkomitmen untuk menyelenggarakan sebuah acara yang berkualitas, berintegritas, dan berdampak. SIMBA XII bukan hanya menjadi kebanggaan bagi UIN Batusangkar, tetapi juga sebuah investasi kolektif untuk masa depan studi bahasa Arab di Indonesia.
